Minggu, 10 April 2011

Indahnya bekorban untuk kebahagiaan orang lain

KEPALA IKAN

Alkisah pada suatu hari, diadakan sebuah pesta emas peringatan 50 tahun pernikahan sepasang kakek nenek. pesta ini dihadiri oleh keluarga besar kakek nenek tersebut beserta kerabat dekat dan kenalan. pasangan kakek nenek ini dikenal sangat rukun, tidak pernah terdengar oleh siapapun bahkan pihak keluarga mengenai berita mereka perang mulut. singkat kata, mereka mengarungi bahtera pernikahan yang cukup lama bagi kebanyakan orang. mereka telah dikaruniai anak-anak yang sudah dewasa dan mandiri baik secara ekonomi maupun pribadi. pasangan tersebut merupakan gambaran sebuah keluarga yang sangat ideal.

Disela-sela acara makan malam yang telah tersedia, pasangan yang merayakan peringatan ulang tahun pernikahan mereka ini pun terlihat sangat romantis, di meja makan, telah tersedia ikan yang sangat menggiurkan yang merupakan kegemaran pasangan tersebut.
Sang kakek pun, pertama kali melayani sang nenek dengan mengambil kepala ikan dan memberikannya kepada sang nenek, kemudian mengambil sisa ikan tersebut untuk dirinya sendiri. sang nenek melihat hal ini, perasaanya terharu bercampur kecewa dan heran, akhirnya sang nenek berkata kepada sang kakek.

"Suamiku, kita telah melewati 50 tahun bahtera pernikahan kita, ketika engkau memutuskan untuk hidup bersamaku dan menerima dengan segala kekurangan yang ada untuk hidup sensara denganmu walaupun aku tahu waktu itu kondisi keuangan engkau pas-pasan. aku menerima hal tersebut karena aku sangat mencintaimu. sejak awal pernikahan kita, ketika kita mendapatkan keberuntungan untuk dapat menyantap hidangan ikan, engkau selalu hanya memberiku kepala ikan yang sebetulnya sangat tidak aku sukai, namun tetap aku menerimanya dengan mengabaikan ketidaksukaanku tersebut karena aku ingin membahagiakanmu. aku tidak pernah lagi menikmati daging ikan yang sangat aku suka selama pernikahan kita. sekarang setelah kita berkecukupan, engkau tetap memberiku hidangan kepala ini, aku sangat kecewa, suamiku..aku tidak tahan lagi untuk tidak mengungkapkannya padamu.."

sang kakek pun terkejut dan bersedihlah hatinya mendengar penuturan sang nenek, akhirnya kakek pun menjawab..
"istriku, ketika engkau memutuskan untuk menikah denganku, aku sangat bahagia dan akupun bertekad untuk selalu membahagiakanmu dengan memberikan yang terbaik untukmu, sejujurnya, hidangan kepala ikan ini adalah hidangan yang sangat aku suka..namun, aku selalu menyisihkan hidangan kepala ikan ini untukmu, karena aku ingin memberikan yang terbaik bagimu, semenjak menikah denganmu, tidak pernah lagi aku menikmati kepala ika yang sangat aku suka itu,aku hanya menikmati daging ikan yang tidak aku suka karena banyak tulangnya itu, aku minta maaf istriku...."

mendengar hal tersebut, sang nenek pun menangis. mereka pun akhirnya berpelukan.
percakapan pasangan ini didengar oleh sebagian undangan yang hadir sehingga akhirnya mereka pun ikut terharu.


Bekorban untuk kebahagiaan orang lain terkadang memberikan kepedihan pada diri. namun, bila dijalani dengan ikhlas dan berani jujur untuk mengatakannya maka akan lahirlah kekuatan yang menuntun manusia menuju titik kebersamaan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar